makalah penggaraman

 

 

BAB I

Pendahuluan

                      

A.     Latar belakang

Asam dan basa merupakan dua senyawa kimia yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Asam dan basa cukup penting bagi kita. Secara umum zat -zat yang termasuk asam mempunyai beberapa ciri yaitu rasanya asam, ph < 7 misalnya asam sitrat pada jeruk dan asam cuka. Sedangkan basa pada umumnya mempunyai sifat licin, terasa pahit, ph > 7 misalnya pada sabun.

Air merupakan elektrolit sangat lemah yang terionisasi menjadi ion h+ dan ion h-. Dalam air, asam melepaskan ion h+ sedangkan basa melepaskan ion oh-. Dalam air asam kuat dan basa kuat terionisasi seluruhnya. Sedangkan asam lemah dan basa lemah hanya terionisasi sebagian. Ph larutan menyatakan konsentrasi h+ dalam larutan. Penetralan asam oleh basa menghasilkan air, menurut bronsted lowry asam merupakan donor proton (h+) dan basa merupakan akseptor proton (oh-).

Di laboratorium asam dan basa secara sederhana dapat dikenali dengan menggunakan berbagai indikator, seperti indikator alami dan indikator buatan. Salah satu indikator yang umum dan sering digunakan yaitu kertas lakmus. Kertas lakmus akan berwarna merak ketika dimasukkan ke larutan yang bersifat asam. Dan saat lakmus dicelupkan ke larutan basa warnanya akan berubah menjadi biru.. Beberapa larutan asam dan basa merupakan larutan elektrolit, sehingga didalam air akan terurai menjadi ion-ionnya. Apakah yang menyebabkan suatu larutan bersifat asam, demikian pula apa penyebab suatu larutan bersifat basa.

 

 

 

 

 

 

B.     Tujuan

Adapun tujaun dari pembuatan makalah ini yaitu:

1.      sebagai sumber informasi untuk mahasiswa.

2.      Agar dapat menambah pengetahuan dan pemahaman khusunya bagi mahasiswa mengenai penggaraman.

 

C.     Rumusanmasalah

a.    Faktor – faktor yang mempengaruhi penggaraman?

b.    Apa yang di maksud dengan penggaraman?

c.    Rumus – rumus penggaraman ?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

Pembahasan

 

1.            Pengertian

 Garam adalah senyawa yang dihasilkan dari reaksi netralisasi antara larutan asam dan larutan basa. Larutan garam yang terbentuk memiliki sifat yang bervariasi, tergantung pada sifat asam dan sifat basa penyusun garam. Secara umum :

Asam + basa → garam + air

Berikut ini adalah beberapa contoh reaksi pembentukan garam (dikenal pula dengan istilah reaksi penggaraman atau reaksi netralisasi) :

Hcl(aq) +  naoh(aq) →  nacl(aq) +  h2o(l)

H2so4(aq) +  2 nh4oh(aq) →  (nh4)2so4(aq) +  2 h2o(l)

2 hcn(aq) +  ba(oh)2(aq) →  ba(cn)2(aq) +  2 h2o(l)

H2co3(aq) +  mg(oh)2(aq) →  mgco3(s) +  2 h2o(l)

Reaksi kebalikan dari reaksi penggaraman dikenal dengan istilah reaksi hidrolisis. Reaksi hidrolisis adalah reaksi salah satu ion atau kedua ion larutan garam dengan air. Reaksi salah satu atau kedua ion larutan garam dengan air menyebabkan perubahan konsentrasi ion h+ maupun ion oh dalam larutan. Akibatnya, larutan garam dapat bersifat asam, basa, maupun netral.

Sebagaimana yang telah kita pelajari sebelumnya, kita mengenal dua jenis asam, yaitu asam kuat dan asam lemah. Demikian halnya dengan basa, kita mengenal istilah basa kuat dan basa lemah (lihat : kimia asam basa). Dengan demikian, terdapat empat variasi reaksi antara asam dan basa membentuk garam, yaitu :

 

 

 

 

 

1. Reaksi antara asam kuat dengan basa kuat

Contoh  :  hbr(aq) +  koh(aq) →  kbr(aq) +  h2o(l)

Garam yang terbentuk mengalami ionisasi sempurna dalam air

Kbr(aq) →  k+(aq) +  br(aq)

Baik kation maupun anion, hanya terhidrasi oleh air, tidak mengalami reaksi dengan air. Dengan demikian, garam tersebut tidak terhidrolisis dalam air. Akibatnya, konsentrasi ion h+ tidak berubah terhadap konsentrasi ion oh. Larutan garam bersifat netral. Larutan garam tersebut memiliki ph = 7.

 

2. Reaksi antara asam kuat dengan basa lemah

Contoh  :  hno3(aq) +  nh4oh(aq) →  nh4no3(aq) +  h2o(l)

Garam yang terbentuk mengalami ionisasi sempurna dalam air

Nh4no3(aq) →  nh4+(aq) +  no3(aq)

Anion tidak mengalami hidrolisis dengan air, sebab anion berasal dari spesi asam kuat. Namun sebaliknya, kation yang berasal dari spesi basa lemah mengalami hidrolisis. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :

Nh4+(aq) +  h2o(l) <——>  nh4oh(aq) +  h+(aq)

Hidrolisis kation yang berasal dari basa lemah menghasilkan ion h+. Akibatnya, konsentrasi ion h+ menjadi lebih tinggi dibandingkan konsentrasi ion oh. Dengan demikian, larutan garam tersebut mengalami hidrolisis sebagian (parsial). Larutan garam tersebut bersifat asam dan memiliki ph < 7.

 

3. Reaksi antara asam lemah dengan basa kuat

Contoh  :  hcn(aq) +  naoh(aq) →  nacn(aq) +  h2o(l)

Garam yang terbentuk mengalami ionisasi sempurna dalam air

Nacn(aq) →  na+(aq) +  cn(aq)

Kation tidak mengalami hidrolisis dengan air, sebab kation berasal dari spesi basa kuat. Namun sebaliknya, anion yang berasal dari spesi asam lemah mengalami hidrolisis. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :

Cn(aq) +  h2o(l) <——>  hcn(aq) +  oh(aq)

Hidrolisis anion yang berasal dari asam lemah menghasilkan ion oh. Akibatnya, konsentrasi ion ohmenjadi lebih tinggi dibandingkan konsentrasi ion h+. Dengan demikian, larutan garam tersebut mengalami hidrolisis sebagian (parsial).  Larutan garam tersebut bersifat basa dan memiliki ph > 7.

 

 

4. Reaksi antara asam lemah dengan basa lemah

Contoh  :  hf(aq) +  nh4oh(aq) →  nh4f(aq) +  h2o(l)

Garam yang terbentuk mengalami ionisasi sempurna dalam air

Nh4f(aq) →  nh4+(aq) +  f(aq)

Baik kation maupun anion, sama-sama mengalami hidrolisis, sebab keduanya berasal dari spesi lemah. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :

Nh4+(aq) +  h2o(l) <——>  nh4oh(aq) +  h+(aq)

F(aq) +  h2o(l) <——>  hf(aq) +  oh(aq)

 

Ternyata, hidrolisis kedua ion tersebut menghasilkan ion h+ maupun ion oh. Dengan demikian, larutan garam tersebut mengalami hidrolisis total (sempurna). Sifat larutan yang dihasilkan bergantung pada perbandingan kekuatan asam lemah (ka) terhadap kekuatan basa lemah (kb).

Ada tiga kemungkinan perbandingan nilai ka terhadap kb :

A. Ka > kb : sifat asam lebih mendominasi; larutan garam bersifat asam; ph larutan garam kurang dari 7

B. Ka =  kb : sifat asam maupun basa sama-sama mendominasi; larutan garam bersifat netral; ph larutan garam sama dengan 7

C. Ka < kb : sifat basa lebih mendominasi; larutan garam bersifat basa; ph larutan garam lebih dari 7

Persamaan yang dapat digunakan untuk menghitung ph larutan masing-masing larutan garam adalah sebagai berikut :

1. Larutan garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat

Ph = 7

2. Larutan garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah

[h+]  =  {(kw/kb)([ion yang terhidrolisis])}1/2

3. Larutan garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat

[oh]  =  {(kw /ka)([ion yang terhidrolisis])}1/2

4. Larutan garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah

[h+]  =  {kw (ka / kb)}1/2

 

Berikut ini adalah beberapa contoh beserta penyelesaian soal-soal yang berkaitan dengan hidrolisis garam yang baru saja kita pelajarai bersama :

1. Berapakah ph larutan dari 100 ml larutan natrium sianida 0,01 m? (ka hcn = 10-10)

Penyelesaian :

Larutan natrium sianida terbentuk dari campuran basa kuat (naoh) dengan asam lemah (hcn). Dengan demikian, larutan garam tersebut mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa.

Nacn(aq) →  na+(aq) +  cn(aq)

Ion yang terhidrolisis adalah ion cn. Konsentrasi ion cn adalah 0,01 m. Dengan demikian,  ph larutan garam dapat diperoleh melalui persamaan berikut :

[oh]  =  {(kw /ka)([ion yang terhidrolisis])}1/2

[oh]  =  {(10-14 / 10-10)(0,01)}1/2

[oh]  =  10-3 m

Dengan demikian, poh larutan adalah 3. Jadi, ph larutan garam tersebut adalah 11.

2. Berapakah ph larutan dari 200 ml larutan barium asetat 0,1 m? (ka ch3cooh = 2.10-5)

Penyelesaian :

Larutan barium asetat terbentuk dari campuran basa kuat (ba(oh)2) dengan asam lemah (ch3cooh). Dengan demikian, larutan garam tersebut mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa.

Ba(ch3coo)2(aq) →  ba+2(aq)+  2 ch3coo(aq)

Ion yang terhidrolisis adalah ion ch3coo. Konsentrasi ion ch3coo adalah 0,2 m. Dengan demikian, ph larutan garam dapat diperoleh melalui persamaan berikut :

[oh]  =  {(kw /ka)([ion yang terhidrolisis])}1/2

[oh]  =  {(10-14 / 2.10-5)(0,2)}1/2

[oh]  =  10-5 m

Dengan demikian, poh larutan adalah 5. Jadi, ph larutan garam tersebut adalah 9.

3. Hitunglah ph larutan nh4cl 0,42 m! (kb nh4oh = 1,8.10-5)

Penyelesaian :

Larutan amonium klorida terbentuk dari campuran basa lemah (nh4oh) dengan asam kuat (hcl). Dengan demikian, larutan garam tersebut mengalami hidrolisis parsial dan bersifat asam.

Nh4cl(aq) →  nh4+(aq) +  cl(aq)

Ion yang terhidrolisis adalah ion nh4+. Konsentrasi ion nh4+ adalah 0,42 m. Dengan demikian, ph larutan garam dapat diperoleh melalui persamaan berikut :

[h+]  =  {(kw /kb)([ion yang terhidrolisis])}1/2

[h+]  =  {(10-14 / 1,8.10-5)(0,42)}1/2

[h+]  =  1,53.10-5 m

Dengan demikian, ph larutan garam tersebut adalah 4,82.

Hitunglah ph larutan nh4cn 2,00 m! (ka hcn = 4,9.10-10 dan kb nh4oh = 1,8.10-5)

Penyelesaian :

Larutan amonium sianida terbentuk dari campuran basa lemah (nh4oh) dengan asam lemah (hcn). Dengan demikian, larutan garam tersebut mengalami hidrolisis total.

Nh4cl(aq) →  nh4+(aq) +  cn(aq)

Ion yang terhidrolisis adalah ion nh4+dan ion cn. Dengan demikian, ph larutan garam dapat diperoleh melalui persamaan berikut :

[h+]  =  {kw (ka/kb)}1/2

[h+]  =  {10-14 (4,9.10-10 / 1,8.10-5)}1/2

[h+]  =  5,22.10-10 m

Dengan demikian, ph larutan garam tersebut adalah 9,28.

5. Berapakah massa garam nacn yang harus dilarutkan untuk membentuk 250 ml larutan dengan ph sebesar 10? (ka hcn = 10-10 dan mr nacn = 49)

Penyelesaian :

Larutan natrium sianida terbentuk dari campuran basa kuat (naoh) dengan asam lemah (hcn). Dengan demikian, larutan garam tersebut mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa.

Nacn(aq) →  na+(aq) +  cn(aq)

Ph = 10, berarti poh = 4

Dengan demikian, [oh] = 10-4 m

Perhitungan ph larutan garam dapat diperoleh melalui persamaan berikut :

[oh]  =  {(kw/ka)([ion yang terhidrolisis])}1/2

10-4 =  {(10-14 / 10-10)[ion yang terhidrolisis]}1/2

[ion yang terhidrolisis]  =  10-4 m

Konsentrasi garam nacn yang diperlukan sebesar 10-4 m. Volume larutan sebanyak 250 ml = 0,25 l. Dengan demikian, mol garam nacn yang dibutuhkan adalah :

Mol = volume x molar

Mol = 0,25 x 10-4 = 2,5 x 10-5 mol

Jadi, massa garam nacn yang dibutuhkan sebanyak 2,5 x 10-5 x 49 = 1,225 x 10-3 gram = 1,225 mg.

– asam adalah : senyawa yg dapat memberikan proton (donor proton).

            dlm hal ini proton adalah ion h+.

– basa adalah : senyawa dapat menerima proton(akseptor proton).

Jadi basa adalah senyawa yg bisa menerima ion h+ , dalam teori ini senyawa yg bersifat basa tdk harus mempunyai oh-.

– teori asam-basa bronsted-lowry dikenal dengan istilah asam-basa terkonyugasi (pasangan asam-basa).

Contoh :

1.         hf   +      h2o                 f     +  h3o+

    asam1        basa 2        basa1      asam2

Senyawa bersifat asam :  hf dan h3o+ (memberikan h+)

Senyawa bersifat basa : h2o dan f (menerima h+)

Asam-basa konyugasi :

         hf dengan f

Basa-asam konyugasi :

   h2o  denganh3o+

2.    nh3        +        h2o           nh4+           +          oh

     basa 2           asam1           asam 2              basa 1

Senyawa  bersifat asam : h2o dan nh4+(memberikan h+)

Senyawa bersifat basa : nh3 dan oh (menerima h+)

Asam-basa konyugasi :

Nh3 dengan nh4+

Senyawa hf dan h2o dapat bersifat asam dan dapat bersifat basa tergantung lawan reaksinya.

Senyawa seperti tersebut diatas menurut bronsted-lowry bersifat amfiprotik, artinya dapat  menerima proton dan dapat memberikan proton.

 

 

Latihan soal :

♦tentukan senyawa yang bersifat asam dan senyawa yang bersifat basa menurut teori bronsted-lowry.

♦tentukan juga asam-basa konyugasinya.

1. Ch3cooh(aq) + h2o(aq)  ch3coo(aq + h3o+ (aq )

2. Ch3cooh(aq)+h2so4(aq)      ch3cooh2+(aq)+hso4(aq)                                        3.   Hcl (aq) + nh3 (aq)      cl(aq)   + nh4+(aq)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Teori asam-basa lewis

 definisi asam-basa berkaitan dg struktur elektron dlm pembentukan ikatan kovalen antara asam-basa.

 asam adalah : spesies yg mampu menerima sepasang elektron untuk membentuk ikatan kovalen.

 basa adalah : spesies yg mampu memberikan sepasang elektron untuk membentuk ikatan kovalen.

Contoh :

nh3 + bf3           bf3nh3

nh+ hcl           nh4+  + cl

Reaksi – reaksi dalam larutan elektrolit (reaksi penggaraman)

Reaksi penggaraman adalah istilah dari reaksi pembentukan garam.

Ada 11 macam tipe-tipe reaksi penggaraman.

        1. Asam + basa          →         garam + air

Contoh :

1. Asam klorida (aq) + natrium hidroksida(aq)

2. Barium hidroksida (aq) + asam nitrat (aq)

3. Asam sulfit (aq) + kalium hidroksida (aq)

2. Oksida basa + asam      →      garam + air

Contoh :

Kalium oksida (s) + asam fosfat (aq)

Barium oksida (s) + asam sulfat (aq)

Besi (iii) oksida (s) + asam klorida (aq)

     3. Oksida asam + basa        →    garam + air

Contoh :

Belerang trioksida (g) + natrium hidroksida (aq)

Dinitrogen trioksida (g) + besi(iii)hidroksida (aq)

Karbondioksida (g) + kalsium hidroksida (aq)

 

 

 

 

 

Rumus Asam

Non logam + o2 → oksida asam

Oksida asam + h2o → asam

Rumus   oksida

Rumus asam

Co2 

H2co3

Sio2

H2sio3

N2o3

Hno2 

N2o5

Hno3

P2o3

 h3po3

P2o5

H3po

As2o3

H3aso3

As2o5

H3aso4

So2

H2so3

So3

H2so4

Cl2o

 hclo

Cl2o3

Hclo2

Cl2o5

Hclo3

Cl2o7

 hclo4

Br2o

Hbro

Br2o3

 hio4

I2o7  

Hbro3

Br2o7

 hbro4

I2

Hio

I2o 

Hio2

I2o5

Hio3

Br2o5

Hbro3

 

*catatan:

*1. Tdk semua asam mempunyai oksida asam, contoh :  hf,hcl,hbr dst.

*2. Ada pula asam yg mengandung oksigen tetapi   tdk mempunyai oksida, yaitu asam2 organik.

     contoh ; ch3cooh, hcooh dst.

 

Rumus   oksida   : 

Cu2o

Cuo

Hg2o

Hgo

Feo

Fe2o3

*catatan :

   tdk semua basa berasal dari oksida contohnya, nh4oh yg berasa dari nh3 + h2o

 

Oksida amfoter

Yaitu oksida yg jika bereaksi dg asam membentuk basa.

Jika bereaksi dg basa membentuk asam.

Contoh, grasindo hal 38

Oksida   asam   nama asam  basa  nama basa

Mno3    h2mno4 as.manganat

4. Amonia  +  asam          garam amonium

Contoh :

Amonia (g) + asam klorida (aq)

Amonia (g) + asam sulfat (aq)

Amonia (g) + asam nitrat (aq)

     5. Asam kuat(encer) + garam karbonat

         garam + air + co2(g)

Contoh :

1.  Asam klorida (aq) + kalsium karbonat (s)

Asam nitrat (aq) + magnesium karbonat (s)

Asam sulfat (aq) + natrium karbonat (s)

    6. Garam sulfida + asam kuat (encer)

          garam + h2s (g)

Contoh :

Besi (ii) sulfida (s) + asam klorida (aq)

Natrium sulfida (s) + asam nitrat (aq)

Magnesium sulfida (s) + asam sulfat (aq)

   7. Garam 1 + garam 2        garam 3 + garam 4

Syarat : garam 3 dan (atau) garam 4 sukar larut dalam

              air.

Contoh :

 1. Timbal(ii)nitrat + kalium yodida

 2. Tembaga(i)sulfida + natrium klorida

Perak nitrat + kalium bromida

 

Kelarutan basa dan garam dalam air

No   senyawa     umumnya            kecuali

Hidroksida   sukar larut          semua basa gol ia,

     oh  (basa)                              ca(oh)2,sr(oh)2,ba(oh)2

2.  Nitrat(no3mudah larut        –

Asetat          mudah larut        –

    (ch3coo)

4. Klorida(cl)    mudah larut         agcl,hg2cl2,pbcl2,cucl

5. Bromida(br) mudah larut         agbr,hg2br2,pbbr2 ,cubr

6. Iodida(i)       mudah larut         agi,hg2i2,hgi2pbi2,cui

7. Sulfat(so42- )   mudah larut          baso4,srso4,pbso4

8. Karbonat      sukar larut      na2co3,k2co3,(nh4)2co3

9.  Klorat(clo4)   mudah larut            –

10.fosfat(po43-)   sukar larut         na3po4,k3po4,(nh4)3po4

11. Sulfida(s2-)    sukar larut         gol ia, gol iia(kec.be)

                                                      (nh4)2s

12.natrium,kalium,   mudah larut             –

      amonium

13. Pbcl2,pbbr2,pbi2   mudah larut                –

                                      dalam air panas

 8. Garam 1 +  basa 1              garam 2 + basa 2

Syarat : garam 2 dan (atau) basa 2 sukar larut dalam

              air.

 

 

Contoh :  1. Kalium yodida + magnesium hidroksida

                2. Natrium karbonat + besi (iii) hidroksida

                3. Magnesium yodida + perak hidroksida

  9. Garam 1 + asam 1             garam 2 + asam 2

Syarat : garam 2 sukar larut dan(atau) asam 2 adalah asam hipotesis.

Contoh : 1. Perak nitrat + asam klorida

               2. Kalsium bromida + asam fosfat

               3. Barium yodida + asam sulfat    

0.logam + asam kuat (encer)            garam + h2 (g)

Syarat : logam hrs mempunyai potensial reduksi negatif

             atau disebelah kiri  h dalam deret volta(kecuali

             cu, hg, ag, pt dan au)

Deret volta:

Li-k-ba-ca-na-mg-al-mn-zn-cr-fe-ni-sn-pb-(h)-cu-hg-ag-pt-au

Contoh : 1. Zincum + asam nitrat (encer)

               2. Aluminium + asam sulfat (encer)

               3. Magnesium + asam klorida (encer)

               4. Tembaga + asam oksalat

Perak + asam zinkat

 

11. Logam 1 + garam 1        logam 2 + garam 2

Syarat : logam 1 harus lebih reaktif (terletak disebelah

             kiri) dibanding logam yg tdp.pada garam 1.

Deret volta:

Li-k-ba-ca-na-mg-al-mn-zn-cr-fe-ni-sn-pb-(h)-cu-hg-ag-pt-au

Contoh :

1. Zn (s) + tembaga(ii) sulfat

2. Kalsium(s) + besi(ii)fosfat

3. Magnesium(s) + barium karbonat

4. Besi (s) + kalium bromida

5. Mangan (s) + nikel(ii)sulfat 

 

 

 

BAB III
Penutup

A. Kesimpulan

              berdasarkan teori-teori yang telah tersebutkan di dalam makalah ini dan apabila pembaca telah membaca makalah ini maka dapat mengetahui bahwa :
1.penambahan sedikit asam atau sedikit basa atau pengenceran ke dalam larutan penyangga tidak mengubah ph larutan itu.

2.hasil pengamatan dan perbedaan perubahan ph larutan penyangga dan bukan penyangga akibat penambahan sedikit asam atau basa atau pengenceran.
3.beberapa jenis garam yang mengalami hidrolisis dalam air.

4.cara menentukan ph dan poh suatu larutan penyangga.


B. Kritik & saran       

hendaknya kalian jangan menyentuh asam yang terdapat di laboratorium terutama asam sulfat (h2so4) dan asam klorida (hcl) karena kedua asam tersebut jika terkena pada kulit, maka kulit kita akan melepuh dan akan mengakibatkan gatal-gatal.

Perlu anda ketahui bahwasanya larutan asam dan basa merupakan larutan elektrolit sehingga di dalam air akan terurai menjadi ion-ion.
Demikian laporan ini saya susun. Dan penulis mengucapkan banyak terima kasih atas pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan makalah ini, sehingga penulis dapat menyelesaikannya.

Penulis merasa cukup sekian kata penutup yang disampaikan. “tak ada gading yang tak retak”. Dalam laporan ini penulis merasa masih banyak kekurangan. Oleh karena itu saran dan kritik yang dapat membangun perbaikan makalah ini dan sedikit banyaknya saya ucapkan terima kasih.

Guna peyempurnaan makalah ini,saya sangat mengharapkan kritik serta saran dari dosen pembimbing beserta teman-teman kelompok lain.

 

Daftar pustaka

 

Andy. 2009. Pre-college chemistry.

Chang, raymond. 2007. Chemistry ninth edition. New york: mc graw hill.

Moore, john t. 2003. Kimia for dummies. Indonesia: pakar raya.

Dreisbach,Dale,1966,Liauids and Solution,Houghton Mifflin CO,Boston

Sutresna, nana. 2003. Pintar kimia jilid 3 untuk smu kelas 3. Jakarta : ganeca exact.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s